Kamis, 19 November 2015

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI – ALUR PROSES TRANSAKSI

Pada tugas kali ini saya akan menjelaskan alur proses transaksi pada UKM WARNET (Warung Internet). Namun sebelumnya saya akan sedikit menjelaskan tentang warnet itu sendiri, manfaat dan dampak negatif warnet pada masyarakat.
Usaha warnet termasuk dibidang Usaha Jasa karena hanya menghasilkan jasa yang menyediakan alat dan layanan kepada konsumen agar mereka bisa browsing , searching, blogging, download, dan game online.

Beberapa manfaat penggunaan warnet :
– Hemat, cepat, akurat, dan mudah didapat.
– Interaktif, saling mengisi dalam bentuk multimedia (teks, gambar, suara dan video).
–  Fleksibel: dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.
– Memperlancar kerja dan menimbulkan peluang kerja (resmi atau sambilan), peningkatan karir, peluang bisnis, dll.
– Wahana kompetisi yang sehat antar lembaga social, pendidikan dan pemerintahan.
– Pendokumentasian dan penyebaran komponen-komponen budaya, misalnya religi, bahasa, seni, ilmu pengetahuan, teknologi, dll.
– Sistem kekerabatan social, mulai dari yang sederhana seperti web dan email (milis), hingga yang fenomenal seperti facebook, twitter, path dan instagram.
– Bekerja sama lintas instansi, lintas wilayah, bahkan lintas Negara, dengan fasilitas internet seperti chatting, milis.

Dampak negatif penggunaan warnet :
– Social networking seperti facebook dan twitter, selain sangat berguna untuk memudahkan bersosialisasi melalui internet, terbukti sangat ampuh untuk kejahatan, seperti penipuan, penyebaran fitnah, mengkoordinasi kerusuhan, pornografi, penyalahgunaan data, dan lain-lain.
– Web yang interaktif selain sangat berguna untuk belajar mengajar dan berbisnis, juga dipakai untuk kejahatan seperti perjudian, dll.
– Korban hilang akibat copy darat, pertemuan face to face dgn teman facebook yang notabene orang asing/tak dikenal.
– Bullying, pencemaran nama baik, dan perbuatan merugikan, contoh “akibat menghina seorang guru dengan kata-kata kotor di FB, sebanyak 4 orang siswa suatu SMA di kepulauan Riau dikeluarkan dari sekolah.
– Web dan blog, mudah dijadikan sarana penyebaran pornografi dan kejahatan lainnya.
– Email dan milis, komunikasi personal dan kelompok, yang memudahkan penyebaran spam, virus, fitnah, pornografi, dll.
– Chatting, diskusi interaktif secara online, yang dapat disalahgunakan untuk pornografi dan penipuan
– Serta penggunaan di luar kebutuhan, misalny mendownload lagu dan film, ngobrol yang tidak perlu, dsbnya.

Alur proses transaksi pada warnet
1. Proses Menanyakan komputer yang kosong.
2. Proses cek ketersediaan.
3. Proses login.
4. Proses user batal.
5. Proses browsing.
6. Proses log out.
7. Proses pembayaran.




Keterangan :

1. User masuk ke warnet dan menanyakan ketersediaan komputer pada operator warnet.
2. Operator warnet akan mengecek apakah ada komputer yang kosong, jika ada ataupun tidak             operator warnet akan memberikan informasi kepada user.3. Jika komputer ada yang kosong user dapat langsung menggunakan komputer tersebut ataupun bisa langsung login.
4. Jika komputer tidak ada ataupun penuh maka user dapat membatalkannya.
5. Pada proses penggunaan komputer user dapat menggunakan untuk bermacam-macam kebutuhan seperti browsing, games, download dll.
6. Setelah user telah selesai memakai komputer untuk keperluannya, user dapat log out dari komputer tersebut.
7. Pada proses terakhir user membayar biaya penyewaan komputer pada operator dan kemudian operator akan menghitung dan menyerahkan hasil pendapatan harian kepada pemilik.

Kamis, 15 Oktober 2015

Tugas Teori Sistem Informasi Akuntansi

1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Sumber: http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

2. Bagaimana Sistem Informasi Akutansi Berjalan Secara Efektif
Membuat sistem informasi akuntansi yang efektif dan efisien selama proses operasional perusahaan melalui transaksi, mengumpulkan data, mengelompokkan data, menggolongkan data sampai proses pengolahan data menjadi laporan keuangan sesuai dengan bentuk dan tujuan perusahaan tersebut, sehingga informasi berguna bagi pengambilan keputusan dan menjamin kebenaran, keakuratan dan ketepatan data informasi yang disajikan.
Sumber: https://www.academia.edu/8756782/BAB_I_LANDASAN_KONSEPTUAL_SISTEM_INFORMASI_AKUNTANSI

3. Evolusi Sistem Informasi Akuntansi
a)      Model Proses Manual: bentuk yang paling tua dan tradisional dari sistem akuntansi ,       membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya personal yang mencirikan kebanyakan proses bisnis.
b)      Model Flat File : menjelaskan suatu lingkarang dimana file-file data individu tidak berkaitan file-file lainnya. Pemakaian akhir mempunyai file data dan tidak menggunakan bersama pemakai lainnya.
c)      Model sistem basis data: menggambarkan pemusatkan data perusahaan ke dalam satu basis data bersama yang dibagi bersama dengan semua pengguna. Akses ke sumber daya data dikendalikan melalui system manajemen basis data (database management system-DBMS). DBMS adalah peranti lunak system khusus yang di program untuk mengetahui elemen data mana yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya. Program dari pengguna akan mengirim permintaan data ke DBMS, yang akan menvalidasi serta mengotorisasi akses ke basis data berdasarkan tingkat otoritas pengguna. Jika pengguna meminta data yang tidak sesuai dengan hak aksesnya, permintaan itu akan ditolak.
d)      Model sistem REAREA adalah kerangka kerja akuntansi untuk pemodelan resources (sumber daya), events (kegiatan), dan agents (pelaku) perusahaan yang sangat penting, dan hubungan diantaranya. Dari tempat penyimpanan ini, tampilan pengguna dapat dibentuk untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna dalam perusahaan. Ketersediaan beberapa tampilan memungkinkan penggunaan data transaksi secara fleksibel dan memungkinkan pengembangan system informasi akuntansi yang mendorong, dan bukan menghambat, integrasi.
e)      Model sistem ERPERP adalah model sistem informasi yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis utamanya selain itu berbagai hambatan fungsional tradisional dapat diatasi karena system ini menfasilitasi adanya data bersama di antara semua pengguna di perusahaan.
Sumber: https://linlindaantebellum.wordpress.com/matkul-smstr-3/sia/resume3/

Sistem Informasi Manajemen PT. Hyundai Indonesia Motor




PT .Hyundai Indonesia Motor (HIM) adalah perusahaan yang bergerak pada bidang otomotif khususnya dalam perakitan mobil dengan merk Hyundai. Dalam upaya mempertahankan kualitas produk, PT .HIM berusaha untuk meminimasi jumlah kecacatan dalam setiap unit inspeksinya. Untuk itu diperlukan sebuah metode pengendalian dan peningkatan kualitas untuk mengidentifikasi cacat ke penyebab akar utamanya. Metode yang tepat untuk diterapkan adalah metode Six Sigma dengan menggunakan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control).

Dalam tahap Define, proses paint shop dengan tipe unit mobil MX merupakan proyek six sigma yang diteliti. Pada tahap measure dilakukan penentuan Critical To Quality (CT Q) sebanyak 30 CTQ kemudian dilakukan pengukuran dengan membuat peta kendali U dan Xbar-R yang didapatkan hasil sigma sebesar 3,5. Pada tahap Analyze, dibuat diagram sebab akibat (fishbone) untuk mengetahui faktor – faktor penyebab cacat untuk lima jenis cacat t ertinggi pada diagram pareto yaitu cacat bintik/dirt, meleleh, tipis, crater, dan popping kemudian AHP digunakan sebagai pengambilan keputusan untuk menentukan faktor cacat utama pada setiap jenis cacat. Pada tahap improvement, dilakukan analisa perbaikan dengan menggunakan FMEA, melalui hasil RPN didapatkan modus kegagalan potensial yang paling utama sebagai penyebab terjadinya kecacatan yang harus segera ditangani. Control dilakukan penerapan usulan tindakan perbaikan dan perhitungan simulasi konsep six sigma yang sudah dilakukan.

Dengan adanya perancangan sistem informasi manajemen Six Sigma ini, maka perusahaan diharapkan mendapatkan solusi – solusi terbaik dan akurat untuk diimplementasikan dan perusahaan dapat terbantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat untuk menangani adanya kecacatan yang timbul pada produk sehingga dapat menghasilkan produk dengan zero defect dan meningkatkan kualitas produk pada perusahaan.


Gambar 1.1

Dari gambar 1.1 diatas komisaris berada paling tinggi jabatannya bisa dibilang tugas komisaris sebagai pengawas direktur utama, lalu tugas direktur utama menentukan kebijakan untuk perusahaan dan mengawasi laporan-laporan yang diterima dari para manager disetiap departemen.
Pada bagian produksi terdapat manajer produksi yang bertugas menyusun rencana dan jadwal produksi serta mengawasi proses pelaksanaannya melalui laporan. Administrasi produksi menerima laporan dari divisi-divisi bawahannya lalu membuat laporan yang akan diberikan kepada manajer.
Pada Finance & Teasury terdapat bagian finance atau keuangan yang bertugas mengatur biaya keluar dan masuknya uang serta membuat laporan secara periodik dan pada bagian teasury memeriksa hasil laporan yang diberikan bagian keuangan serta membantu kinerja bagian keuangan.
Pada Human Resources & GA terdapat bagian HRD yang bertugas merencanakan penyeleksian tenaga kerja baru, sanksi karyawan dll dan bagian GA(General Affairs) mengatur atau menyediakan semua kebutuhan perusahan seperti penerimaan tamu dll.
Pada bagian Marketing terdapat 4 bagian yang pertama adalah dealer sales melakukan promosi penjualan melalui internet, telpon, iklan, dll. Selanjutnya pada bagian direct sales bertugas melakukan strategi pemasaran yang dijalankan setiap dealer daerah. Kemudian pada bagian marketing & promotion melakukan promosi secara langsung yang sudah ditentukan direct sales. Dan yang terakhir bagian sales administrasi memasukan data hasil penjualan yang telah dilakukan oleh perusahaan.
Bagian terakhnir yaitu Management Informasi System bertugas membuat sistem informasi yang digunakan perusahaan dalam hal produksi, maintenance jalannya sistem, serta memperbaiki hardware yang digunakan untuk meningkatkan sistem informasi yang ada.


Kamis, 05 Juni 2014

Tugas Kelompok 2

Tingkatan Manajemen

Tugas Dan Kebijakan Manajemen

Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).
  • Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan : Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
  • Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
  • Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Tugas Manajemen
Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
  • Manejemen lini pertama (first-line management),
Dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi serta bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman). Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, artinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.
  • Manajemen tingkat menengah (middle management)
Manajemen menengah mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya.Manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajemen menengah bertanggung jawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
  • Manajemen puncak (top management)
Dikenal pula dengan istilah executive officer. Manajer Puncak bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan serta bertaggungjawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer),Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tingkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan merumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
Berikut adalah skema manajemen berdasarkan tingkatanya:
Dilihart dari kegiatan yang dilakukan :
- Manajer Fungsional, bertanggung jawab pada suatu kegiatan unit organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, personalia, dll
- Manajer Umum, bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Didalam melaksanakan tugas, setiap tingkatan manajer mempunyai ungsi utama atau keahlian yang berbeda yaitu:
1. Keahlian Teknik (Technical Skill) yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengaerjakan dan menghasilkan sesuatu yang teriri atas pengarahan dengan motivasi, supervisi, dan kemunikasi .
2. Keahlian Manajerial (Managerial Skill) yaitu keahlian yang terkait dengan hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, dan pengawasan.
Keterampilan Manajer
Secara umum, terdapat emat keterampilan manajer pada masing-masing tingkat manajer:
1. Keterampilan konseptual
Ketrampilan atau kemampuan mental untuk mengkordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
2. Keterampilan Kemanusiaan
Kemampuan untuk saling bekerja sana dengan memahami dan memotivasi orang lain.
3. Keterampilan Administrasi
Kemampuan yang ada hubungannya dengan fungsi manajemen yang dilakukan.
4. Keterampilan Teknik
Kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur, dan metode dari suatu bidang tertentu.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:[5]
1. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
2. Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Pada pengertian tersebut dikatakan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. ada tujuan yang hendak dicapai,
2. ada pemimpin (atasan),
3. ada yang dipimpin (bawahan),
4. ada kerja sama.
Khusus menyangkut masalah pemimpin (atasan) harus memiliki berbagai kemampuan ( skills). Kemampuan ( skills) yang dimaksud terdiri dari:
1. Managerial skills (entrepreneurial), yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting.
2. Techological skills, yaitu keahlian khusus yang bersifat ekonomis teknis yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis.
3. Organisational skills, yaitu kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha.
Dalam kenyataannya tidak setiap pemimpin harus memiliki seluruh kemampuan dengan tingkat intensitas yang sama. Sebab pemimpin itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan. Sehingga kemampuan yang harus dimilikinya pun tentu berbeda.
Adapun tingkatan kepemimpinan atau manajemen terdiri dari:
1. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
2. Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah)
3. Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah).
Jumlah manajemen pada setiap tingkatan tergantung pada besar kecilnya suatu organisasi atau instansi. Namun demikian, biasanya Top Management jumlahnya akan lebih sedikit dari pada Middle Management, dan Middle Management lebih sedikit daripada Lower Management.
Jadi semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak memerlukan keterampilan administrasi/manajemen, tetapi keterampilan operasionalnya semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang, maka keteramplian operasionalnya semakin tinggi, sedangkan keterampilan administrasinya/manajemennya makin rendah.
Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/banyak.
Top level management disebut juga dengan strategic level, middle level management dengan tactical level dan lower management dengan tehcnical level.

Sumber: 


Tugas Individu - The Unmanaged Company

THE UNMANAGED COMPANY
(PERUSAHAAN TANPA PENGELOLAAN)

Beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah bisnis, Pablo Cervantes memulai pencarian kerjanya di daerah San Diego, California. Ketika ia sedang membaca iklan baris, matanya tertuju pada suatu iklan tertentu.
Dicari seorang pekerja keras, enerjik untuk bergabung ke sebuah perusahaan yang baru terbentuk di bidang pembuangan Limbah. Kami mengantisipasi pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama. Orang yang bergabung bersama perusahaan kami harus melupakan soal batasan dan peranan yang mengekang yang ada di kebanyakan perusahaan. Tulis data diri anda dan kirim ke PO Box 7654.

Berpikir “Apa bisa aku kehilangan?” Cervantes langsung mengirim surat dan resume-nya. Secara sangat mengejutkan, ia menerima sebuah panggilan telepon seminggu setelahnya. Marty Berg, sang penelepon, berkata bahwa ia

selaku perwakilan dari Solar Waste dan akan sangat senang untuk menemui dirinya. Keduanya mengatur waktu yang tepat. Cervantes mengikuti petunjuk ke sebuah bangunan berbatako di suatu daerah pinggiran kota.

Berg mengantar Cervantes ke sudut sebuah bangunan yang sebenarnya adalah sebuah gedung kosong. Mereka masing-masing duduk di sebuah kursi tua yang letaknya berdekatan dengan meja kerja. “Jangan tertipu oleh penampilannya” ujar Berg. “Kita sedang mengerjakan sesuatu yang besar di sini. Kami punya kontrak satu juta dollar di muka dengan sebuah eksperimen baru pembuangan limbah padat dengan menggunakan energi matahari. Ini adalah sebuah terobosan untuk masa depan. Iklan bilang bahwa kami mengharapkan pertumbuhan 500 persen dalam beberapa tahun pertama kami. Tapi itu hanyalah sebuah perkiraan sederhana saja.  Salah satu pendiri dari perusahaan ini adalah seorang yang jenius dalam bidang sains. Dia pikir ia telah menemukan cara yang tepat untuk menanggulangi masalah pembuangan limbah di iklim yang cerah.”

“Kedengarannya bagus untukku” ujar Cervantes. “Tapi, bidang pekerjaan apa yang sedang anda pikirkan? Saya punya latar belakang bisnis. Saya bisa menjual. Saya bisa memecahkan masalah. Saya bisa membantu anda dalam mengelola perusahaan ini. Kemampuan seperti apakah yang sedang anda cari? Dan apa jabatan saya nanti?”

Dengan sebuah senyuman, Berg menatap Cervantes lalu berkata “Pablo, itulah tadi yang kami maksudkan dalan iklan. Solar Waste tidak mengenal perpangkatan kerja, tidak ada deskripsi dalam suatu pekerjaan dan tidak ada tingkatan manajemen. Kita semua akan saling bekerja sama  dan melakukan apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Anda harus membuang jauh-jauh pola pikir anda mengenai teori organisasi klasik untuk bekerja di sini.”

“Jadi maksud anda, anda berusaha untuk mencapai target kontrak satu juta dollar tanpa melakukan perencanaan apapun, tanpa pengorganisasian, tanpa kepemimpinan dan tanpa pengendalian?”
“Sekarang anda sudah paham. Di sini tidak ada lagi yang namanya organisasi tradisional. Kita akan bekerja layaknya kelompok dan melakukan apa yang perlu diselesaikan.”

“Tapi bisakah setidaknya anda beritahu seperti apakah jabatan saya nanti?” pinta Cervantes. “Akankah saya menjadi manager? Tenaga penjualan? Atau seorang spesialis?”

“Nah itu dia!” sahut Berg.  “Pangkat-pangkat macam itu tidak akan relevan di dalam kepeloporan perusahaan kecil ini. Kita mencari ambisi dan bakat. Kita mempunyai suatu produk yang tidak umum untuk ditawarkan kepada masyarakat, jadi kami ingin sebuah perusahaan yang tidak konvensional untuk menjalankan misi kami. Tidak seorang pun yang akan kami beri kedudukan tetap. “

“Oke, aku mengerti maksud anda. Tapi bagaimana soal gaji awal saya di Solar Waste? Berapa kira-kira?”
“Itu semua tergantung dari standar yang anda tetapkan dan berapa jumlah uang yang kami punya untuk dibayarkan kepada semua orang di perusahaan ini. Kita tidak membayar siapapun dengan upah tetap tiap bulannya.  Jadi,itu tergantung dari seberapa besar konstribusi mereka dan  seberapa banyak pekerjaan yang kami tangani.”

Disini lah, telepon Berg berdering. Setelah mengobrol sebentar. Berg berkata “Saya harus mengurus keadaan darurat sekarang. Bisakah Anda kembali dalam dua puluh menit? Setelahnya anda bisa menemui Salah satu pendiri Solar Waste. Aku melihat beberapa kemungkinan di sini. Aku tahu dia akan sangat senang untuk bertemu dengan anda.”

Cervantes berjalan menyeberangi jalan untuk membeli sekaleng minuman ringan dari sebuah mesin penjual otomatis di sebuah bengkel. Ia berpikir, “Haruskan aku naik ke mobilku dan pulang? Atau haruskah aku melihat lebih jauh lagi akan kesempatan yang besar ini?”


Kasus Pertanyaan:

1. Apa pendapat Anda tentang filosofi manajemen Solar Waste

Saya pikir filosofi manajemen mereka tidak cukup baik. Dengan kata lain ada beberapa poin-poin yang memang ada positif nya seperti kesetaraan jabatan para pekerja nya dengan kata lain tidak ada tekanan dari atasan. Tidak cukup seperti itu saja, kita juga harus berpikir jangka panjang bahwa di sisi lain ada dampak dengan tidak ada nya pemimpin, manajer, atau seseorang yang mengendalikan perusahaan itu maka kita tidak akan tahu tentang bagaimana dan dengan siapa kita terintegrasi ke dalam pekerjaan kita. Dan sudah pasti kurang adanya bimbingan dan pengawasan dalam perusahaan tersebut.


2. Apakah struktur organisasi yang di pikirkan Marty Berg akan bekerja? Mengapa atau mengapa tidak?

Tidak, tidak akan. Karena, tanpa kepemimpinan dan manajerial terang-terangan dalam struktur organisasi mereka, itu meragukan bahwa perusahaan dapat bekerja di tujuan.


3. Dari sudut pandang Anda, adalah Marty Berg menggambarkan sebuah utopia atau lubang ular? Jelaskan alasan Anda!

Menurut Filosofi nya, Marty Berg mencoba untuk menggambarkan Utopia. Dia mencoba untuk membuat sebuah perusahaan tanpa bos, pemimpin, atau manajer yang memimpin dan mengelola Anda dalam pekerjaan Anda, kesetaraan di antara semua orang di perusahaan tanpa keadaan batas antara bos dan karyawan, sehingga semua orang bahagia dan tidak dibebani dengan tekanan dari bos. Ini sangat utopist, bukan?


4. Apa yang harus Pablo Cervantes lakukan setelah ia selesai minuman ringan nya

Jika saya Pablo, aku lebih suka untuk berpikir lagi dan membawanya ke dipertimbangkan sebelum saya menerima pekerjaan itu. Banyak hal yang harus ke Pablo waspada terhadap perusahaan.
Pertama, lokasi kantor pusat adalah pada bangunan yang ditinggalkan di wilayah berumbai kota. Apakah itu aneh? Sepertinya mereka mencoba untuk menghindari eksistensi mereka dari masyarakat. Jika mereka sebuah perusahaan normal, Mengapa mereka melakukan hal seperti itu? Mengatur markas mereka di pusat kota ini lebih masuk akal.
Kedua, visi perusahaan adalah tidak jelas. Kebenaran proyek perusahaan dipertanyakan.
Dan yang ketiga adalah tentang uang. Mereka mengatakan bahwa terutama Pablo upah / gaji sebagian besar tergantung pada pekerjaan yang perusahaan masuk Dengan kata lain, mereka tidak memiliki standar gaji dan hanya datang ketika Anda mendapatkan pekerjaan. Jadi mari kita mengatakan bahwa Pablo telah bekerja untuk perusahaan dan setelah dua bulan bekerja, perusahaan tidak mendapatkan proyek apa pun. Jadi, Pablo tidak dibayar dalam jangka waktu tersebut.

Rabu, 07 Mei 2014

Ciri-ciri Organisasi

          Dalam suatu Organisasi mempunyai ciri-ciri suatu organisasi.hal inilah yang secara tulisan menggambarkan bagaimana suatu organisasi tersebut hidup dan berkembang.Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah:
1.      Adanya kommponen(atasan dan bawahan)
2.      Adanya kerjasama(cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
3.      Adanya tujuan yang ingin dicapai/maksud dari organisasi dibentuk
4.      Adanya sasaran biasanya dibuat dulu rancangannya
5.      Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
6.      Adanya pendeglasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok,yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama,Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih,atau organisai adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama,Organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antar kelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

SUMBER:
 http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/#ixzz1sSrSway3

Bentuk-bentuk Organisasi

         Dalam suatu Organisasi terdapat aturan atau adab yang dipakai sesuai dengan kondisi organisasi itu.Nah dalam organisasi terdapat beberapa bentuk yaitu seperti dibawah ini,sehingga kita bisa menentukan bentuk organisasi mana yang kita pakai.
Tipe Organisasi
Dalam organisasi di Indonesia saat bermacam-macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan ,atau organisasi partai politik. Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus. Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:
1. Piramida Mendatar(Flat)
Mempuanyai ciri-ciri diantaranya:
Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil, di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.
2. Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.
3. Tipe Kerucut
Tipe organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
Rentang kendali sempit.
Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
Jumlah informasi jabatan cukup besar.
Bentuk Organisasi
Dalan berorganisasi tentu mempunyai bentuk bentuk organisasi diantaranya:
Bentuk organisasi staff
Bentuk organisasi lini
Bentuk organisasi fungsional
Bentuk organisasi fungsional dan lini
Bentuk organisasi fungsional dan staff
Bentuk organisasi lini dan staff
Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Elemen struktur organisasi adalah sebagai berikut:
Spesialisasi pekerjaan, sejauh mana pekerjaan dalam organisasi di bagi-bagi dalam beberapa bidang.
Departementalisasi, dasar yang di pakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama.
Rantai komando, garis wewenang yang tanpa putus membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah.
Rentang kendali, jumlah bawahan yang dapat di kendalikan secara efisien.
Sentralisasi dan desentralisasi, sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titiik.
Formalisasi, sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.
Faktor penentu struktur organisasi:
Strategi, Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.
Teknologi, Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
Ukuran organisasi, Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil.
Lingkungan, Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
 SUMBER:
http://iwakbakar.wordpress.com/2011/12/13/tipe-bentuk-struktur-organisasi/