Minggu, 20 Maret 2016

TUGAS TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN

Pengertian Bank dan Klasifikasinya

Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank.

Pengertian Bank
Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan.
Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.

Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan
1.      Bank Milik Negara
Adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999 lalu lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.
2.      Bank Pemerintah Daerah
Adalah bank-bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri. Di samping itu beberapa Pemerintah Daerah memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
3.      Bank Swasta Nasional
Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober 1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.
4.      Bank Swasta Asing
Adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya. Pada awalnya, bank-bank swasta asing hanya boleh beroperasi di DKI Jakarta saja. Namun setelah dikeluarkan Pakto 27, 1988, bank-bank swasta asing ini diperkenankan untuk membuka kantor cabang pembantu di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, Ujung Pandang (Makasar), Medan, dan Batam. Bank-bank asing ini menjalaskan fungsi sebagaimana layaknya bank-bank umum swasta nasional, dan mereka tunduk pula pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
5.      Bank Umum Campuran
Bank campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

Trend Produk Sistem Informasi Perbankan
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1.      Tabungan
2.      Deposito
3.      Giro
4.      Kartu Debit
5.      Kartu Kredit
6.      Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)

Trend Transaksi
Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
·         Mengecek saldo
·         Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
·         Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
·         Pembukaan dan pengecekan L/C


Kamis, 07 Januari 2016

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI - CELAH KORUPSI PADA APOTEK SERAMBI

Pada Apotek Serambi ini, pak Andi mempercayakan kepada 2 karyawan yang menjaga apotek tersebut. Transaksi yang dilakukan oleh apotek serambi masih manual, yaitu pada saat pembelian obat oleh pasien dicatat pada buku penjualan oleh karyawan.

Di sini jika saya dapat menyimpulkan terdapat beberapa peluang besar bagi karyawan untuk korupsi, diantaranya sebagai berikut :
- Jika terjadi transaksi penjualan obat bisa saja tidak dicatat oleh karyawan.
- Karyawan juga dapat korupsi mengambil obat yang ada pada apotek karena tidak adanya kamera CCTV.
- Saat terjadiinya transaksi, karyawan dapat membohongi harga obat yang sebenarnya pada pasien karena tidak semua obat ada bandrol harganya.

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI - JURNAL UMUM APOTEK SERAMBI

APOTEK SERAMBI

                Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Apotek serambi merupakan sebuah UKM yang bergerak dibidang tersebut.

                Apotek Serambi didirikan oleh pak Andi sejak tahun 2014 yang terletak di JL. H. Dole, RT001/004, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.  Pada tahap awal apotek tersebut dijaga oleh Beliau sendiri dengan istrinya secara bergantian, namun semakin jalannya waktu apotek tersebut mulai berkembang, dan mulai diketahui banyak masyarakat sekitar.

                Apotek Serambi kini telah memiliki 2 karyawan yang berjaga. Karyawan tersebut berjaga secara bergantian shift1 jam 08.00 s/d 15.00 dan shift2 15-00 s/d 22.00 setiap hari Senin sampai Sabtu dan pada hari Minggu dijaga langsung oleh Beliau.


Transaksi yang terjadi pada Apotek Serambi pada bulan Desember 2015 :

1          Persediaan awal apotek serambi sebesar Rp33.000.000
1          Telah terjual obat sebesar Rp.2.800.000
2          Telah terjual obat sebesar Rp.2.550.000
3          Telah terjual obat sebesar Rp.2.750.000
4          Telah terjual obat sebesar Rp.3.000.000
4          Pembelian Perlengkapan sebesar Rp150.000
5          Pembayaran gaji 2 karyawan @Rp1.500.000
5          Telah terjual obat sebesar Rp.2.350.000
6          Telah terjual obat sebesar Rp.3.500.000
7          Dibeli persediaan obat sebesar Rp11.000.000
7          Telah terjual obat sebesar Rp.3.150.000
8          Telah terjual obat sebesar Rp.2.275.000
9          Telah terjual obat sebesar Rp.2.400.000
10        Telah terjual obat sebesar Rp.1.925.000
10        Pembayaran listrik sebesar Rp.90.000
11        Telah terjual obat sebesar Rp.2.700.000
12        Telah terjual obat sebesar Rp.2.150.000
13        Telah terjual obat sebesar Rp.3.800.000
14        Telah terjual obat sebesar Rp.2.775.000
15        Telah terjual obat sebesar Rp.2.500.000
16        Dibeli persediaan obat sebesar Rp15.000.000
16        Telah terjual obat sebesar Rp.1.900.000
17        Telah terjual obat sebesar Rp.2.425.000
18        Telah terjual obat sebesar Rp.2.915.000
19        Telah terjual obat sebesar Rp.2.580.000
20        Telah terjual obat sebesar Rp.3.750.000
21        Telah terjual obat sebesar Rp.2.640.000
22        Telah terjual obat sebesar Rp.3.320.000
23        Telah terjual obat sebesar Rp.3.500.000
26        Telah terjual obat sebesar Rp.3.210.000
27        Pembayaran sewa toko sebesar Rp900.000
27        Telah terjual obat sebesar Rp.2.960.000
28        Telah terjual obat sebesar Rp.3.485.000
29        Telah terjual obat sebesar Rp.3.045.000
30        Telah terjual obat sebesar Rp.2.840.000
31        Telah terjual obat sebesar Rp.3.205.000




          JURNAL UMUM
          APOTEK SERAMBI
          31 DESEMBER 2015

Tanggal
Keterangan
Ref
D
K
Desember
1
Kas

 Rp   33.000.000

2015

          Modal


 Rp   33.000.000

1
Kas

 Rp     2.800.000



          Pendapatan


 Rp     2.800.000

2
Kas

 Rp     2.550.000



          Pendapatan


 Rp     2.550.000

3
Kas

 Rp     2.750.000



          Pendapatan


 Rp     2.750.000

4
Kas

 Rp     3.000.000



          Pendapatan


 Rp     3.000.000

4
Perlengkapan

 Rp        150.000



          Kas


 Rp        150.000

5
Beban Gaji

 Rp     3.000.000



          Kas


 Rp     3.000.000

5
Kas

 Rp     2.350.000



          Pendapatan


 Rp     2.350.000

6
Kas

 Rp     3.500.000



          Pendapatan


 Rp     3.500.000

7
Pembelian

 Rp   11.000.000



          Kas


 Rp   11.000.000

7
Kas

 Rp     3.150.000



          Pendapatan


 Rp     3.150.000

8
Kas

 Rp     2.275.000



          Pendapatan


 Rp     2.275.000

9
Kas

 Rp     2.400.000



          Pendapatan


 Rp     2.400.000

10
Kas

 Rp     1.925.000



          Pendapatan


 Rp     1.925.000


Beban Listrik

 Rp          90.000



          Kas


 Rp          90.000

11
Kas

 Rp     2.700.000



          Pendapatan


 Rp     2.700.000

12
Kas

 Rp     2.150.000



          Pendapatan


 Rp     2.150.000

13
Kas

 Rp     3.800.000



          Pendapatan


 Rp     3.800.000

14
Kas

 Rp     2.750.000



          Pendapatan


 Rp     2.750.000

15
Kas

 Rp     2.500.000



          Pendapatan


 Rp     2.500.000

16
Pembelian

 Rp   15.000.000



          Kas


 Rp   15.000.000

16
Kas

 Rp     1.900.000



          Pendapatan


 Rp     1.900.000

17
Kas

 Rp     2.425.000



          Pendapatan


 Rp     2.425.000

18
Kas

 Rp     2.915.000



          Pendapatan


 Rp     2.915.000

19
Kas

 Rp     2.580.000



          Pendapatan


 Rp     2.580.000

20
Kas

 Rp     3.750.000



          Pendapatan


 Rp     3.750.000

21
Kas

 Rp     2.640.000



          Pendapatan


 Rp     2.640.000

22
Kas

 Rp     3.320.000



          Pendapatan


 Rp     3.320.000

23
Kas

 Rp     3.500.000



          Pendapatan


 Rp     3.500.000

26
Kas

 Rp     3.210.000



          Pendapatan


 Rp     3.210.000

27
Beban Sewa Toko

 Rp        900.000



          Kas


 Rp        900.000

27
Kas

 Rp     2.960.000



          Pendapatan


 Rp     2.960.000

28
Kas

 Rp     3.485.000



          Pendapatan


 Rp     3.485.000

29
Kas

 Rp     3.045.000



          Pendapatan


 Rp     3.045.000

30
Kas

 Rp     2.840.000



          Pendapatan


 Rp     2.840.000

31
Kas

 Rp     3.205.000



          Pendapatan


 Rp     3.205.000
TOTAL
 Rp 145.515.000
 Rp 145.515.000